Minggu, 26 September 2010

John Naisbitt dan Megatrends

Saya hendak bercerita tentang John Naisbitt, penulis buku Megatrends 2000.
Seorang futuris yang mendeskripsikan secara jelas tentang apa saja
perubahan-perubahan besar yang terjadi di tahun 2000 lalu. Perubahan yang
sudah kita rasakan bersama sekarang, perubahan yang sepertinya masih layak
saya tuangkan dalam tulisan singkat ini. Tentu saja buku tersebut sudah
usang jika kita baru membacanya sekarang. Saya hanya ingin mencoba
mengingat-ingat kembali dari salah satu futurolog terkenal itu yang
ramalannya dipenuhi riset-riset mendalam dan lengkap, dipenuhi ribuan data
dari tim kerja yang lengkap dan dipublikasi dalam industri penerbitan yang
ditunggu-tunggu kaum akademis. Jauh sekali bila kita bandingkan dengan
futurolog semisal Mama Lauren yang kita kenal di infotainment. Ups, Mama
Laurent bukan futurolog ya? Hehehe...

Sepuluh tahun sebelum buku "Megatrends 2000" tepatnya tahun 1982, Naisbitt
ternyata juga menulis buku serupa, kurang "Hot" memang, yaitu "Megatrends"
(tanpa 2000). Bersama timnya, beliau mendeskripsikan perubahan-perubahan
besar dalam masyarakat kita (Dunia) dalam sepuluh poin penting :
1. Masyarakat Industri --> menjadi masyarakat Informasi
2. Teknologi Paksa --> menjadi High Tech / High Touch
3. Ekonomi Nasional --> menjadi Ekonomi Dunia
4. Jangka pendek --> menjadi Jangka Panjang
5. Sentralisasi --> menjadi Desentralisasi
6. Bantuan Institusional --> menjadi Bantuan Diri
7. Demokrasi Representatif --> menjadi Demokrasi Partisipatif
8. Hierarki --> menjadi Jaringan
9. Utara --> menjadi Selatan
10. Salah satu --> menjadi Pilihan Berganda

Beberapa hal dalam poin-poin di atas sudah kita rasakan bersama sebelum
tahun 2000 di Indonesia. Contohnya no. 1 di atas, bahwa masyarakat dunia
akan berubah dari masyarakat Industri menjadi masyarakat informasi. Dimulai
dengan meledaknya lulusan TI yang diiming-imingi dengan gaji tinggi dan
label "profesi calon menantu idaman", berkembangnya industri surat kabar dan
majalah yang dibebaskan dari SIUP. Atau kejatuhan pemerintahan Soeharto dan
pemimpin2 di Asia Tenggara lainnya berkat kecepatan informasi pager (sebelum
sms merebak). Bahkan beberapa poin lainnya dirasa masih relevan hingga
sekarang. Misalnya, dari sentralisasi ke desentralisasi. Sistem pemerintahan
kita pun berbenah diri dari arogansi pusat ke pembagian wewenang sehingga
menciptakan kewenangan penuh di daerah.

Sepuluh tahun kemudian Nasibit pun menulis megatrends berikutnya, yang kita
kenal dengan Megatrends 2000. Sebuah megatrends millenium (mille, bahasa
Latin = ulang tahun ke-1000). Buku ini lebih banyak mengisahkan tentang
peluang dan sisi positif dari perubahan dunia. Hal-hal manis sebagai
penghibur orang-orang yang membacanya. Naisbitt menyebut "orang-orang yang
melaporkan berita buruk hanya menjalankan pekerjaan mereka." Orang ini juga
menyebutkan, bahwa terobosan yang paling menggairahkan dari abad ke-21 akan
terjadi bukan karena teknologi, melainkan karena konsep yang meluas dari apa
artinya menjadi manusia. Sebuah pergeseran yang menempatkan manusia sebagai
faktor produksi dalam revolusi industri, menjadikan manusia sebagai subjek
pembangunan itu sendiri.

Apa yang Naisbitt ramalkan tentang 10 tahun berikutnya itu - Megatrends 2000
adalah sebagai berikut:
1. Boom Ekonomi Global tahun 1990-an
2. Renaisans dalam Seni
3. Munculnya Sosialisme Pasar-Bebas
4. Gaya Hidup Global dan Nasionalisme Kultural
5. Penswastaan Negara Kesejahteraan
6. Kebangkitan Tepi Pasifik
7. Dasawarsa Wanita dalam Kepemimpinan
8. Abad Biologi
9. Kebangkitan Agama Millenium Baru
10. Kejayaan Individu

Sekarang kita menginjak tahun 2010, saya belum mendengar atau membaca buku
Naisbitt yang baru. Barangkali karena Amerika tertimpa apa yg disebut
sebagai Tsunami Ekonomi, Perang Irak & Afghanistan, Terpilihnya presiden
berkulit hitam untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika, Israel -
Palestina yang tak kunjung damai dan kebangkitan ekonomi China. Barangkali
itulah yang membuat Naisbitt belum juga menelurkan apa ramalan beliau dalam
dasawarsa ini. Ketidakpastian dalam ekonomi dan bisnis membuat siapapun
harus mengencangkan ikat pinggangnya masing-masing, bila perlu bersembunyi
dari teriknya iklim krisis.

Naisbitt pun ternyata berkiblat pada China
<http://www.naisbitt.com/bibliography.html>sekarang. Daya tarik china yang
eksotik, energik dan massal membuatnya lebih tertarik membuat buku meganomik
berikutnya tentang china. Mungkin ini memang akhir dari Amerika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar